Impor Barang dari China Masih Dominan Banjiri Indonesia

 

Badan Pusat Statistik menyatakan China masih menjadi negara asal impor yang dominan di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan total nilai impor nonmigas dari tiga belas negara selama September 2019 tercatat sebesar US$10,09 miliar, yang tercatat mengalami kenaikan 0,11% dari Agustus 2019 (mtm) sebesar US$11,1 juta.

Suhariyanto memerinci, kondisi kenaikan itu disebabkan oleh meningkatnya impor dari beberapa negara utama. Misalnya dari China dengan nilai US$142,6 juta atau naik 3,82% (mtm), Korea Selatan naik menjadi US$74,8 juta atau 13,03% (mtm), dan dari Malaysia sebesar US$60,7 juta atau naik 13,26% (mtm).

Jika dibandingkan dengan Januari-September 2018, dengan impor Januari-September 2019, dari 13 negara utama ada penurunan sekitar US$6,49 miliar atau 6,92%.

Penurunan ini, menurut Suhariyanto, disebabkan oleh penurunan impor dari Jepang sebesar US$1,48 miliar atau 11,14%, disusul oleh negara Thailand dengan nilai impor US$1,14 miliar atau turun 13,92%, dan Singapura dengan nilai impor US$809,6 juta, atau turun 10,92%.

Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas dari Januari-September 2019, sumbangan terbesar masih berasal dari kelompok negara-negara Asia Tenggara dengan persentase sebesar 19,66% atau US$21,68 miliar. Pencapaian ini disusul dengan Uni Eropa sebesar US$9,3 miliar atau 8,44%.

Sementara itu, 13 negara tujuan utama memberikan peranan 79,25%, atau US$87,37 miliar. Adapun negara China masih menjadi negara asal impor terbesar dengan andil sekitar 29,34% atau tercatat US$32,34 miliar.

 

Sumber : Selasa, 29 Oktober 2019 - Bisnis.com