“Liur Emas” Senilai 200 Juta Rupiah Dikirim ke Negeri Jiran

Lembata – Sarang burung walet (SBW) asal Pulau Lembata kembali dikirim ke negeri Jiran melalui Jakarta. Kali ini sebanyak 20 kilogram atau senilai sekitar Rp 200 juta yang akan dikirim ke Brunei Darussalam dan Thailand dari Jakarta.

SBW dikenal juga sebagai “liur emas” masih diminati sebagai bahan baku pangan, kesehatan dan kecantikan oleh sejumlah negara, seperti Tiongkok. Hampir setiap bulannya, SBW dari Pulau Lembata dilalulintaskan antarpulau untuk diekspor ke sejumlah negara. Hingga September ini, volume pengiriman dari Lembata sudah mencapai 95 kilogram.

“Pengiriman pada bulan ini dari Lembata mencapai 20 kg, yang rencananya akan diekspor ke Thailand dan Brunei Darussalam. Karantina Pertanian Ende mendukung akselerasi ekspor sesuai tugas dan fungsinya yaitu memastikan komoditas yang akan dilalulintaskan tidak terjangkit Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dengan menerbitkan sertifikat kesehatan,” ujar Kepala Karantina Pertanian Ende, Yulius Umbu Hunggar di Ende, Kamis (19/9).

Menurutnya, sarang burung walet dari Pulau Lembata ini kualitasnya baik karena sarangnya alami berada di gua. Namun, produktivitasnya masih bisa ditingkatkan dengan membuat sarang buatan (artifisial) sehingga jumlahnya lebih banyak lagi. Apalagi, Yulius menjelaskan importir dari negara tujuan pernah langsung datang ke lokasi memastikan kondisi sarang burung walet di Lembata.

Potensi populasi SBW bisa terus dikelola dengan baik. ”Di Lembata, terdapat satu dusun dengan sebutan dusun walet, SBW dijadikan usaha sampingan. Bermula dari usaha keluarga, lalu setiap kali panen hasilnya akan dibagikan ke masing-masing anggota keluarga,” ujar petugas Karantina Pertanian Ende wilayah kerja Lembata, Philippus Haru.

Sumber : Jumat, 20 September Badan Karantina Pertanian