Warning: "continue 2" targeting switch is equivalent to "break 2". Did you mean to use "continue 3"? in /home/indocentre/public_html/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2854

Warning: "continue 2" targeting switch is equivalent to "break 2". Did you mean to use "continue 3"? in /home/indocentre/public_html/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858

Deprecated: Unparenthesized `a ? b : c ? d : e` is deprecated. Use either `(a ? b : c) ? d : e` or `a ? b : (c ? d : e)` in /home/indocentre/public_html/wp-content/plugins/js_composer/include/classes/editors/class-vc-frontend-editor.php on line 646

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/indocentre/public_html/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php:2854) in /home/indocentre/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
indocenter – INDOCENTRE http://indocentre.com Giving Better Services Wed, 27 Nov 2019 05:09:52 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.21 http://indocentre.com/wp-content/uploads/2018/12/cropped-logos-32x32.png indocenter – INDOCENTRE http://indocentre.com 32 32 Pasal 1 Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2019 http://indocentre.com/2019/11/27/pasal-1-undang-undang-nomor-21-tahun-2019/ Wed, 27 Nov 2019 05:09:49 +0000 http://indocentre.com/?p=2995 ]]> Pasal 6A UU No.17 Tahun 2006 http://indocentre.com/2019/11/21/pasal-6a/ Thu, 21 Nov 2019 05:17:18 +0000 http://indocentre.com/?p=2986 ]]> Gudang Berikat http://indocentre.com/2019/11/21/gudang-berikat/ Thu, 21 Nov 2019 03:23:30 +0000 http://indocentre.com/?p=2981 ]]> Undang – Undang No. 17 Tahun 2006 Pasal 7A ayat 3 http://indocentre.com/2019/11/19/undang-undang-no-17-tahun-2006-pasal-7a-ayat-3/ Tue, 19 Nov 2019 03:00:14 +0000 http://indocentre.com/?p=2966

]]>
Impor Barang dari China Masih Dominan Banjiri Indonesia http://indocentre.com/2019/11/14/impor-barang-dari-china-masih-dominan-banjiri-indonesia/ Thu, 14 Nov 2019 09:01:33 +0000 http://indocentre.com/?p=2962  

Badan Pusat Statistik menyatakan China masih menjadi negara asal impor yang dominan di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan total nilai impor nonmigas dari tiga belas negara selama September 2019 tercatat sebesar US$10,09 miliar, yang tercatat mengalami kenaikan 0,11% dari Agustus 2019 (mtm) sebesar US$11,1 juta.

Suhariyanto memerinci, kondisi kenaikan itu disebabkan oleh meningkatnya impor dari beberapa negara utama. Misalnya dari China dengan nilai US$142,6 juta atau naik 3,82% (mtm), Korea Selatan naik menjadi US$74,8 juta atau 13,03% (mtm), dan dari Malaysia sebesar US$60,7 juta atau naik 13,26% (mtm).

Jika dibandingkan dengan Januari-September 2018, dengan impor Januari-September 2019, dari 13 negara utama ada penurunan sekitar US$6,49 miliar atau 6,92%.

Penurunan ini, menurut Suhariyanto, disebabkan oleh penurunan impor dari Jepang sebesar US$1,48 miliar atau 11,14%, disusul oleh negara Thailand dengan nilai impor US$1,14 miliar atau turun 13,92%, dan Singapura dengan nilai impor US$809,6 juta, atau turun 10,92%.

Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas dari Januari-September 2019, sumbangan terbesar masih berasal dari kelompok negara-negara Asia Tenggara dengan persentase sebesar 19,66% atau US$21,68 miliar. Pencapaian ini disusul dengan Uni Eropa sebesar US$9,3 miliar atau 8,44%.

Sementara itu, 13 negara tujuan utama memberikan peranan 79,25%, atau US$87,37 miliar. Adapun negara China masih menjadi negara asal impor terbesar dengan andil sekitar 29,34% atau tercatat US$32,34 miliar.

 

Sumber : Selasa, 29 Oktober 2019 - Bisnis.com
]]>
Pasal 2A Ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2006 http://indocentre.com/2019/11/14/pasal-2a-ayat-2-uu-nomor-17-tahun-2006/ Thu, 14 Nov 2019 06:54:10 +0000 http://indocentre.com/?p=2959

]]>
Tempat Penimbunan Berikat http://indocentre.com/2019/10/28/tempat-penimbunan-berikat/ Mon, 28 Oct 2019 09:23:17 +0000 http://indocentre.com/?p=2953

]]>
Mantap Jiwa! Ekspor Holtikultura Indonesia Tembus Pasar China! http://indocentre.com/2019/10/02/mantap-jiwa-ekspor-holtikultura-indonesia-tembus-pasar-china/ Wed, 02 Oct 2019 09:10:51 +0000 http://indocentre.com/?p=2949

 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus membuka potensi pasar ekspor untuk berbagai komoditas lewat berbagai perangkat kerjanya, salah satunya Hortikultura. Bahkan, Indonesia telah berhasil mengekspor beberapa komoditas ke China.

Tak hanya itu, sejumlah komoditas lokal juga berhasil mengudara ke negara lain di kawasan Asia, Eropa, serta Amerika, menurut Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Ali Jamil.

“Adapun jenis yang sering dikirim adalah selada air, jamur, buncis, lobak, bit, labu siam, waluh lokal, dan kentang,” katanya, saat melepas ekspor di Gudang PT Gapura Angkasa, Garuda Indonesia, Tangerang, Banten, Jumat (6/9).

Untuk produk sayuran misalnya, Kabupaten Bandung tercatat menjadi pemasok andalan ke Negeri Singa. Tak hanya sayur, buah-buahan lokal juga diekspor ke negara itu.

Ali menambahkan, “Pasar produk pertanian, khususnya sayuran dan buah-buahan sangat terbuka luas di Singapura.”

Tak hanya itu, menurut Ali, pemerintah juga tengah berupaya membuka keran ekspor tanaman hias ke berbagai negara di seluruh dunia. Salah satunya, ekspor tanaman hias yang sudah menembus pasar Belanda.

“Semua bahan komoditas itu dikirim dari sejumlah daerah, seperti Provinsi Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Indonesia bagian Timur lainnya,” imbuh Ali.

Adapun beberapa produk pertanian yang sudah dilepas pada bulan ini antara lain buah mangga sebanyak 1,6 ton, bibit tanaman hias sebanyak 141,3 ribu batang, Sarang Burung Walet (SBW) sebanyak 51,5 kilogram, telur Hatching Eggs (HE) sebnyak 60,5 ribu butir serta ular jali sebanyak 1.000 ekor.

“Total nilai ekonomi ekspor produk pertanian yang diekspor kali ini sebesar Rp2,2 miliar,” katanya.

Sementara itu, khusus pengiriman produk hortikultura, pemerintah sudah membuat rute pengiriman melalui Bandar Udara Soekarna Hatta dan Pelabuhan Laut Tanjung Priok. Penggunaan di dua lokasi ini dibuat untuk menyesuaikan tingkat ketahanan masing-masing komoditas yang diekspor.

“Ekspor sayuran ini semakin membuktikan, pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi dan kualitas komoditas sayuran. Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun sanggup mengisi pasar luar negeri,” katanya.

Sekedar informasi, Balai Karantina Pertanian sendiri telah menggagas program Agro Gemilang untuk meningkatkan kualitas barang dan membuka keran ekspor. Program ini tidak hanya berpokus pada pendampingan teknis, namun juga edukasi pada calon eksportir baru dengan menggunakan aplikasi i-MACE.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita harus fokus untuk mendorong ekspor. Inovasi dan terobosan perkarantinaan ditujukan untuk percepatan layanan  dan juga fungsi fasilitator,” katanya.

Ali menambahkan, saat ini Badan Karantina juga terus melakukan pendampingan pada petani maupun rumah kemas di seluruh daerah. Pendampingan ini bertujuan untuk memenuhi standar bebas hama sesuai syarat dari negara tujuan.

Sementara untuk bidang perbenihan dan budidaya, lanjut Jamil, semua unit dan direktorat teknis di lingkup Kementan diharapkan turut berperan aktif melakukan pendampingan.

“Apalagi jumlah ekspor Pertanian terus mengalami peningkatan. Pengiriman berbagai jenis sayuran seminggu 5 kali, sedangkan buah-buahan 3 hingga 4 kali seminggu ke Singapura,” tandasnya.

Sumber : Sabtu, 7 september 2019 –  wartaekonomi.co.id

]]>
Wow! Kualitas Sarang Burung Walet Indonesia Terbaik di Dunia. http://indocentre.com/2019/10/02/wow-kualitas-sarang-burung-walet-indonesia-terbaik-di-dunia/ Wed, 02 Oct 2019 08:51:02 +0000 http://indocentre.com/?p=2946

Sarang burung walet (SBW) dari Indonesia, khususnya Sumatera Utara (Sumut), menjadi primadona di pasar di negara Hongkong, Vietnam, Malaysia dan Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, ekspor SBW ini diprediksi bakal mampu menguasai pasar dunia, mengalahkan negara Malaysia dan Thailand. “Indonesia merupakan eksportir SBW nomor satu dunia. Kualitas SBW mendapatkan penilaian yang terbaik. Ini terlihat dari meningkatnya permintaan pasar. Sehingga, tren ekspor mengalami Peningkatan,” ujar praktisi usaha SBW, Yogi Pramadani di Medan, Sumut, Kamis (12/9/2019).

“Untuk di Sumut, total ekspor SBW dengan seberat 20,86 ton di tahun 2018, memiliki estimasi Rp 41,4 Miliar. PT Ori Ginalnest Indonesia merupakan perusahaan eksportir SBW terbesar asal Sumut, yang dinilai mumpuni dalam kegiatan ekspor tersebut. Perusahaan ini memasok sebesar 31 persen dari total ekspor secara nasional,” kata Yogi Pramadani. Chief Executive Officer (CEO) Raflesia Group ini menambahkan, tren ekspor SBW asal Sumut melalui PT Ori Ginalnest ke Tiongkok mengalami peningkatan  dari 13,7 ton di tahun 2017, menjadi 20,86 ton pada 2018. Begitu juga secara nasional, yakni 23 ton di tahun 2017 kemudian menjadi 52 ton pada tahun 2018.

Adapun penghargaan yang diterima PT Ori Ginalnest Indonesia dari pemerintah negeri Tiongkok diantaranya, The Best Exporter 2017 BCRC (Bird Nest Credit Alliance of Registration and Certification, red)-China Government, The Best Exporter 2018 BCRC-China Government, The Best Exporter 2018 CAWA (China Africulture Wholesale Market Association, red)-China China Association dan The Best Supplier 2018 EBMC-China Association.

“Tingginya permintaan pasar dunia karena berdasarkan hasil penelitian dunia bahwa SBW dinilai dipercaya memiliki beragam manfaat untuk tubuh karena memiliki kandungan 10 persen sialic acid, sehingga dibutuhkan. Penilaian dunia ini sangat positif, SBW asal Indonesia ternyata paling diakui mancanegara,” jelasnya.

Yogi Pramadani mengaku optimistis, ekspor SBW dari Sumut bisa ditingkatkan karena didukung sumber daya alam di daerah tersebut. Optimisme peningkatan ekspor itu didasarkan pada sumber daya alam yang dimiliki Sumut. Apalagi, Kota Medan, Tebingtinggi, Kabupaten Deliserdang dan kawasan Cikampak Kabupaten Labuhanbatu, merupakan sebagai daerah pendukung sentra penghasil SBW di Sumut ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan Kementan), Ali Jamil Harahap mengungkapkan, Sumatera Utara memasok sebesar 31 persen dari total ekspor SBW secara nasional. Oleh karena itu, Ali Jamil berharap supaya volume ekspor tersebut bisa meningkat hingga 100 persen di tahun 2019.

“Berdasarkan data dari Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, enam pintu pengeluaran ekspor SBW melalui Bandara Internasional Kuala Namu (20,86 ton), Soekarno-Hatta (15,96 ton), Juanda Surabaya (14,87 ton), Ahmad Yani Semarang (14,79 ton) dan Supadio Pontianak (18 kilogram) di tahun 2018,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Medan, Hafni Zahara, mengaku, permintaan SBW asal Sumut sangat banyak dari sejumlah negara importir di dunia. Pada periode 28 Juni 2019, pihaknya memberangkatkan ekspor 674,3 kg SBW tujuan Hongkong, Vietnam, Malaysia dan Taiwan.

“Itu dari wilayah kerja Kantor Induk, sedangkan dari wilayah kerja Kargo Bandara International Kualanamu ada pengiriman sebanyak 1.251 kg. Bila ditotal, volume ekspor sarang burung walet periode 28 Juni 2019 mencapai 1.925,3 kg dengan nilai Rp19,253 miliar,” sebutnya.

Sumber :  Jumat, 13 September 2019 – Borneo24.com
]]>
Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006 pasal 1 ayat 15A http://indocentre.com/2019/10/02/undang-undang-nomor-17-tahun-2006-pasal-1-ayat-15a/ Wed, 02 Oct 2019 08:47:39 +0000 http://indocentre.com/?p=2943

]]>